Om Swastyastu
by Ida Pedanda Gunung » Fri Jan 11, 2013 4:01 pm
Siapkan sebuah kelapa ukuran besar yang masih lengkap dengan kulitnya,
lalu dipotong dan dikeluarkan airnya. Pada bagian atas kelapa (bagian
tutupnya) ditulis aksara Ah yang melambangkan Akasa dan pada bagian
bawahnya ditulis aksara Ang yang melambangkan Pertiwi.
Lalu ari -ari dimasukan kedalam kelapa tersebut, diisi dengan 1 buah kwangen yang berisi 11 kepeng uang bolong yang diletakan di atas ari - ari, 1 potong lontar / ental yang ditulis aksara Ongkara, 1 ikat duri - durian (3macam duri), Rempah - rempah (anget - angetan), wewangian dan boleh juga di isi pesan - pesan lain dari sang ayah dalam hal ini mengacu kepada Desa Kala Patra.
Sesudah lengkap lalu kelapa tersebut dibungkus dengan ijuk lalu dibungkus kain putih dan selanjutnya di tanam. Untuk bayi laki - laki maka ari - ari di tanam di pekarangan dengan posisi di sebelah timur pintu masuk kamar si bayi (misalnya lokasi bayi di bale daja) sedangkan bayi perempuan di tanam di sebelah barat pintu. Masukan ari - ari tersebut ke dalam lubang lalu ucapkan mantram :
Lalu ari -ari dimasukan kedalam kelapa tersebut, diisi dengan 1 buah kwangen yang berisi 11 kepeng uang bolong yang diletakan di atas ari - ari, 1 potong lontar / ental yang ditulis aksara Ongkara, 1 ikat duri - durian (3macam duri), Rempah - rempah (anget - angetan), wewangian dan boleh juga di isi pesan - pesan lain dari sang ayah dalam hal ini mengacu kepada Desa Kala Patra.
Sesudah lengkap lalu kelapa tersebut dibungkus dengan ijuk lalu dibungkus kain putih dan selanjutnya di tanam. Untuk bayi laki - laki maka ari - ari di tanam di pekarangan dengan posisi di sebelah timur pintu masuk kamar si bayi (misalnya lokasi bayi di bale daja) sedangkan bayi perempuan di tanam di sebelah barat pintu. Masukan ari - ari tersebut ke dalam lubang lalu ucapkan mantram :
"Om Sang Hyang Ibu Pertiwi
rumaga bayu
rumaga amrtha sanjiwani
ang amertham sarwa tumuwuh (nama si bayi)
mangda dirghayusa nutugang tuwuh "
Setelah itu barulah ari - ari di timbun dan diatasnya diletakkan batu
bulitan sebagai tanda dan ditanam pandan berduri. Hal ini secara sekala
bertujuan menjaga ari - ari agar tidak diganggu hewan dan secara niskala
bertujuan untuk menghindari gangguan jahat.
Setelah itu di atasnya diberi upakara yaitu :
4 tanding nasi kepelan yang alasnya terbuat dari daun pisang yang berisi tampelan dan bunga jepun putih dengan ulam bawang jahe, 4 buah takir berisi air lalu letakan disekelilingnya yaitu di atas batu, di bawah, dikiri dan di kanan yang dilengkapi dengan canang. Lalu buatkan segehan lima warna yaitu warna hitam di sebelah utara, putih sebelah timur, merah sebelah selatan, kuning sebelah barat dan manca warna di tengah. Bila sudah sandhikala (sore menjelang malam) maka dinyalakan lilin atau lampu dan ari - ari ditutup dengan kurungan ayam.
Setelah itu di atasnya diberi upakara yaitu :
4 tanding nasi kepelan yang alasnya terbuat dari daun pisang yang berisi tampelan dan bunga jepun putih dengan ulam bawang jahe, 4 buah takir berisi air lalu letakan disekelilingnya yaitu di atas batu, di bawah, dikiri dan di kanan yang dilengkapi dengan canang. Lalu buatkan segehan lima warna yaitu warna hitam di sebelah utara, putih sebelah timur, merah sebelah selatan, kuning sebelah barat dan manca warna di tengah. Bila sudah sandhikala (sore menjelang malam) maka dinyalakan lilin atau lampu dan ari - ari ditutup dengan kurungan ayam.
Sumber : http://idapedandagunung.com/viewtopic.php?t=81
Suksma : Ida Pedanda Made Gunung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar